Home » Blog » Bahan Pewarna Batik Alam Dikenal Sejak Dulu
Jual Batik Modern, Klasik, Kontemporer, Tenun, Wanita, Pria, Anak-Anak, dll

Dalam proses pembuatan batik, bagian penting berikutnya setelah membatik adalah mewarnai. Saat ini ini pewarna batik yang banyak digunakan adalah pewarna kimia.

Akan tetapi akhir-akhir ini kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan akan bahaya pencemaran, mendorong para pengrajin batik untuk kembali menggunakan bahan-bahan alami yang tidak ramah lingkungan.

Dari catatan  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), para pengrajin batik diawal kemunculannya, sekitar abad ke-18, telah menggunakan bahan-bahan alami sebagai pewarna batik.

Bahan-bahan yang digunakan dari tumbuh-tumbuhan ini diyakini lebih awet untuk bahan, dan risiko iritasi terhadap kulit sangat kecil.

Sebut saja tanam-tanaman tersebut antara lain mahoni untuk menghasilkan warna merah kecoklatan, alpukat untuk warna merah terang, kopi digunakan untuk mendapatkan warna merah muda, sedangkan tanaman mangga  digunakan untuk warna coklat muda dan indigofera  untuk warna biru. Selain itu ada juga daun rambutan, daun duren, kulit jengkol, kulit rambutan, kulit mangga, dan buah manggis.

Bagian tanaman yang digunakan antara lain daun, bunga, dan batang yang masih muda, kemudian dihaluskan dengan cara ditumbuk kemudian dikeringkan dan disimpan dalam bentuk bubuk. Apabila langsung digunakan maka bahan-bahan tersebut langsung direbus, kemudian air hasil rebusan tadi digunakan untuk mencelup batik dalam proses pewarnaan.

Secara garis besar, cara pembuatan pewarna alam adalah sebagai berikut:

  1. Potonglah bagian tumbuhan-tumbuhan dengan ukuran kecil (untuk daun dapat dibantu blender).
  2. Kemudian masukkan potongan/hasil blender tersebut ke dalam wadah dan campurkan air dengan perbandingan 1 kg : 10 liter.
  3. Campuran tersebut direbus sampai mendidih, kemudian terus lakukan perebusan dengan api kecil hingga sisa air menjadi setengahnya.
  4. Pastikan air rebusan tersebut berwarna, kondisi tersebut sebagai tanda bahwa pigmen warna yang ada dalam tumbuhan telah keluar. Apbila air tersebut tidak berwarna maka kemungkinan besar tumbuhan tersebut tidak mengandung pigmen warna.
  5. Saring air rebusan tersebut dengan menggunakan kain kasa, kemudian biarkan minimal semalam, Simpan didalam bahan yang tidak terbuat dari alumunium karena dapat mempengaruhi hasil warna, gunakan ember plastik atau ember/panci stainless .
  6. Selesai, bahan pewarna alam siap digunakan untuk pewarnaan batik.
Contoh batik tulis warna alam (jalawe, mahoni, tingi, teger, jambal)

Contoh batik tulis warna alam (jalawe, mahoni, tingi, teger, jambal)

 

 

Selected Items For Sale

Kategori Utama
Seputar Batik
Download Aplikasi Batik S128
Fan Page
Bank Accounts
Expeditions