Adalah fakta bahwa tanah Jawa terutama di Solo dan Yogyakarta, mempunyai banyak sekali motif-motif batik klasik yang sudah sangat populer. Batik kawung, misalnya. Motif batik ini banyak dipakai oleh para desainer Indonesia untuk menciptakan karya-karya fashion batik yang menawan. Tetapi apakah Anda tahu sejarah dan makna yang terkandung dalam batik kawung ?
Motif Geometris Batik Kawung
Secara sepintas, motif batik kawung terdiri dari 4 buah lingkaran lonjong seperti telur yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah lingkaran besar.
Lingkaran lonjong sekilas menyerupai kolang-kaling, buah dari pohon aren yang sering dijadikan kolak. Bentuk lingkaran lonjong tersebut juga mirip dengan serangga kwangwung, kumbang badak yang menjadi hama bagi pohon kelapa, yang termasuk dalam Ordo Coleoptera. Selain itu bentuk geometris batik kawung juga menyerupai biji nangka, yang dalam bahasa jawa disebut beton.
Dari beberapa kemiripan bentuk tersebut, yang paling dipercaya sebagai inspirasi motif batik kawung adalah serangga kwangwung dan kolang-kaling.
Arti Dan Makna Batik Kawung
Batik kawung mempunyai banyak makna positif yang berupa harapan-harapan yang baik bagi yang memakainya. Salah satu arti dan makna batik kawung adalah hati yang bersih. Hal ini diibaratkan dari warna kolang-kaling (isi /hati buah pohon aren) yang putih bersih.
Selain dari buahnya, makna batik kawung juga dapat dimaknai dari pohon aren itu sendiri. Pohon aren mempunyai manfaat yang banyak. Setiap bagiannya darinya mempunyai sumbang sih terhadap kehidupan manusia. Mulai dari akar, batang, daun dan buahnya semuanya bermanfaat. Sehingga filosofi yang terkandung dari batik kawung, pemakainya diharapan berguna bagi kehidupan dan manusia.
Dari bentuk motifnya, batik kawung dapat diartikan sebagai persatuan rakyat dan bangsa. Hal ini didasarkan pada ornamen empat bulatan lonjong dengan titik pusatnya ditengah. Makna ini dituturkan oleh S.K Sewan Susanto, seorang pakar batik Indonesia, pada bukunya Seni Kerajinan Batik Indonesia tahun 1973.
Ada juga yang mengartikan kata kawung sebagai suwung yang dalam bahasa Jawa berarti kekosongan. Sehingga batik kawung dimaknai sebagai pengendalian jiwa, kearifan dan kebijaksaan. Kekosongan dari nafsu dan sifat duniawi, tidak berpihak, dan membiarkan segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya.
Sejarah Batik Kawung
Konon batik batik kawung sudah ada sejak abad ke-13. Akan tetapi konon ada penelitian yang menyebutkan bahwa motif menyerupai batik kawung ditemukan pada pahatan candi Hindu kuno seperti Prambanan. Salah satu arca Ganesha Candi Syiwadi Prambanan memperlihatkan motif Lereng, Ceplok, dan Niti. Dimana motif-motif tersebut diyakini berkontribusi terhadap perkembangan batik kawung. Sedangkan Candi Syiwadi Prambanan konon dibangun pada abad ke-9.
Awalnya hanya orang-orang kerabat keraton yang boleh memakai batik kawung. Namun dalam perkembangannya batik kawung dipakai oleh golongan yang berbeda-beda didalam keraton. Seperti golongan abdi dalem, sentana dalem dan kemudian semakin meluas pemakainnya disemua kalangan masyarakat.
Varian Motif Batik Kawung
Banyak sekali varian sebagai hasil ikhtiar para pengrajin batik untuk melestarikan eksistensi batik kawung. Seperti menambahkan unsur binatang seperti burung dan kupu. Atau juga menambahan ornamen bunga-bunga, yang semakin menambah variasi motif batik kawung.
Jarik Batik Kawung
Jarik adalah pakaian perempuan Jawa. Jarik dipakai sebagai bawahan. Pemakaian jarik saat ini dapat dijumpai di desa-desa di Jawa. Mereka masih memakai jarik untuk dipakai sehari-hari. Tentu salah satu motif jarik yang dipakai adalah batik kawung.
Untuk acara-acara pernikahan, jarik juga sering dipakai sebagai bawahan kebaya. Wanita Jawa akan terlihat cantik dan seksi dengan memakai jarik kebaya.





Kain Batik Kawung
Selain jarik, ada juga kain batik kawung. Perbedaan antara jarik dan kain biasa adalah jarik kain dengan panjang sekitar 2,4 meter dan sudah dijahit bagian pinggirnya. Sedangkan kain biasa dapat berupa gulungan ataupun sudah dipotong-potong bagian pinggirnya tidak dijahit.



Baju Batik Kawung
Kain batik kawung juga dapat dijahit menjadi baju yang bagus. Baju batik kawung wanita seperti blus dan tunik dengan motif kawung juga semakin diminati oleh para pecinta batik. Baju batik kawung pria pun juga menarik, apalagi dengan warna-warna yang segar. Kemeja batik pria kawung lengan pendek dan lengan panjang keduanya sama-sama menarik.
Menjahit baju batik kawung, termasuk mudah karena kawung adalah motif geometris, sehingga penjahit tidak perlu banyak berfikir untuk menemukan sanggitan-nya. Sehingga hasil jahit akan terlihat rapi, terutama dibagian depan.


















